03/2010

Laman

Rabu

Pencegahan Kanker Serviks

  • Pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibody) dari sistem imun didalam tubuh. (29)
  • Vaksinasi merupakan pencegahan Primer. (29
 
  • Memberikan perlindungan yang adekuat terhadap infeksi HPV penyebab kanker serviks.
    • Melawan virus tersering dan agresif penyebab kanker.
    • Memberikan perlindungan tambahan dari tipe virus HPV lain yang juga menyebabkan kanker.
  • Respon imun tubuh yang baik akan menghasilkan neutralizing antibodies yang tinggi.
  • Dapat memberikan perlindungan jangka panjang.
  • Memberikan perlindungan tinggi hingga ke lokasi infeksi (serviks).
  • Profil keamanan yang baik.
  • Affordable (terjangkau bagi lebih banyak perempuan).
 
  • Untuk pencegahan infeksi oleh HPV onkogenik penyebab kanker, vaksinasi sebaiknya dilakukan sedini mungkin dan dapat diberikan mulai remaja putri berusia 10 tahun. (29)
  • Walaupun demikian, hampir semua perempuan dapat memperoleh manfaat karena:
    1. Seorang perempuan dapat terkena HPV semasa hidupnya.
    2. Infeksi HPV terdahulu tidak memberikan kekebalan terhadap infeksi berikutnya. (30)
    3. Data menunjukkan saat seorang perempuan bertambah usia, infeksi HPV menetap dan berpotensi memicu lesi pra kanker dan dapat menyebabkan kanker. (31)
Perempuan berusia 10-55 tahun
Jadwal Pemberian bulan 0, 1 atau 2, dan 6: (2, 29, 32)
Contoh:
Penyuntikan 1: Januari
Penyuntikan 2: Februari/Maret
Penyuntikan 3: Juli
 

  • Bagi perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual, lakukan deteksi dini secara rutin. (2)
  • Deteksi dini dapat mendeteksi sel abnormal, lesi pra-kanker dan kanker serviks namun tidak dapat mencegah terjadinya infeksi HPV. (33)
  • Kanker serviks yang ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tepat dapat disembuhkan, oleh sebab itu lakukan deteksi dini secara berkala. (33)
  • Resiko berkembangnya infeksi menjadi kanker serviks adalah 3-10 kali lebih tinggi pada perempuan yang tidak menjalankan deteksi dini secara teratur. (34-37)
 
Thumbnail imageIVA adalah skrining yang dilakukan dengan memulas serviks menggunakan asam asetat 3-5% dan kemudian diinspeksi secara kasat mata oleh tenaga medis yang terlatih. Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. 

  • Pemeriksaan kolposkopi merupakan pemeriksaan standar bila ditemukan hasil pap smear yang abnormal.
  • Pemeriksaan dengan kolposkop, merupakan pemeriksaan dengan pembesaran untuk melihat kelainan epitel serviks, pembuluh darah setelah pemberian asam asetat. Pemeriksaan kolposkopi tidak hanya terbatas pada serviks, tetapi meliputi vulva dan vagina.
  • Prosedurnya sama dengan pap smear, tenaga medis dapat melihat lebih dekat dengan alat kolposkop sehingga dapat memberikan saran pengobatan atau terapi atau tindak lanjut apa yang perlu dilakukan.
 
Pengambilan contoh jaringan (biopsi) kadang perlu dilakukan untuk diagnosa lebih lanjut, atau kadang serviks yang abnormal justru diterapi saat biopsi.
Apabila Anda merasa khawatir atau membutuhkan informasi lain, konsultasikan kepada Dokter atau pusat pelayanan kesehatan untuk informasi lebih lanjut.
 

Perempuan Peduli Kanker Serviks (PPKS)


Survive dari kanker serviks membuat siapapun memandang hidup dengan berbeda. Kanker serviks adalah kanker pembunuh perempuan nomor satu di Indonesia dan setiap perempuan berisiko terkena virus penyebab kanker serviks tanpa memandang usia maupun gaya hidup. (1-6)

Yayasan Kanker Indonesia mengajak para Survivor (pasien yang selamat) kanker serviks, keluarganya dan para perempuan yang peduli untuk bergabung serta berperan aktif dalam program "Perempuan Peduli Kanker Serviks".

Bila Anda berminat, dapat menghubungi :
Pusat Diagnosa Dini Yayasan Kanker Indonesia (PDD YKI) -Perempuan Peduli Kanker Serviks:

Jl. Lebak Bulus Tengah No.9
Jakarta Selatan
Telp : (021) 769 0704
Fax : (021) 750 7447
email : peduli.kankerserviks@hotmail.com

Kisah para Survivor PPKS

Oleh : Ibu Tini Subartini
Saya seorang ibu rumah tangga saat ini sudah berusia 46 tahun, istri seorang prajurit TNI AL / Marinir dan telah dikaruniai tiga orang putra yang telah beranjak dewasa, putra pertama telah berusia 25 tahun sudah bekerja sebagai TNI AD , putra kedua saat ini berusia 21 tahun sedang kuliah disalah satu perguruan tinggi di Jakarta sedangkan putra ketiga sudah berusia 17 tahun sedang duduk di SMA kelas 3.

Sejak mengandung putra pertama sampai dengan putra ke tiga tidak pernah mengalami keluhan apapun tentang kandungan saya, tetapi ketika sedang hamil putra ke tiga kehamilan usia 3 bulan saya dioperasi Apendiks, setelah putra ketiga memasuki usia delapan tahun, saya memeriksakan diri dengan Papsmear ke rumah sakit karena selama ini belum pernah saya lakukan. Setelah menunggu hasil pemeriksaan Papsmear selama dua minggu hasil pemeriksaan tersebut sangat mengejutkan diri saya serasa tidak percaya apa yang disampaikan oleh dokter bahwa saya divonis oleh dokter mengidap Kanker Serviks stadium dini. Usai saya saat itu 37 tahun.

Setelah kejadian itu pikiran saya jadi kacau, melihat anak-anak masih kecil yang memerlukan bimbingan, arahan orang tua, tetapi saya tidak boleh terpuruk dengan kejadian itu terlalu dalam. Awalnya saya tidak bisa menerima kenyataan apa yang dikatakan oleh dokter tentang penyakit saya ini dan saya melihat di tayangan televisi juga mendengar kalau menderita penyakit kanker ini kesembuhannya sangat kecil itu yang membuat saya pesimis.

Tetapi saya harus bangkit dan ingin melihat anak-anak berhasil dalam kehidupan ini, mungkin ini cobaan dari ALLAH Swt agar saya intropeksi diri untuk lebih sabar, ikhlas.

Semua ini saya konsultasikan dengan dokter ahli Kandungan untuk mengetahui Iebih jauh dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi serta tindakan apa yang perlu dilakukan untuk kesembuhan penyakit saya ini.

Dokter menyarankan saya untuk dilakukan KOLPOSKOPI dan BIOPSI , ternyata hasiI yang didapat tetap saya dinyatakan positif kanker Serviks dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Saya pasrah dan menurut saja apa yang disarankan oleh dokter kalau itu tindakan yang terbaik dan bisa menyembuhkan penyakit saya ini.

Sebelum operasi dilaksanakan saya dan suami menghadap dokter, pelaksanaan operasi dilakukan dengan menyobek perut melintang itu yang disarankan oleh dokter Wid dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta, dokter memberikan semangat kepada saya agar tidak lupa kepada ALLAH SWT dan bersyukur kepadanya karena penyakit kanker Serviks diketahui sedini mungkin dan kondisi indung telur masih sehat .

Operasi dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2000, tetapi setelah masuk perawatan, dokter jaga ahli kandungan memeriksa ulang kandungan saya dan hasilnya menyarankan ke bagian Onkologi untuk diperiksa lagi tetapi yang memeriksa bukan dokter yang terdahulu, saya sempat stress karena dokter Lukman Hakim mengatakan saya tidak jadi operasi lewat perut tetapi dioperasi lewat bawah (Vagina).

Dengan rencana operasi yang berubah saya jadi stress, pusing pikiran jadi kacau balau berkecamuk dalam diri saya bahkan tekanan darah sempat naik 150/140, pelaksanaan operasi sempat ditunda 2 hari sampai tekanan darah saya menjadi normal.

Setelah penundaan, pelaksanaan operasi dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2000 pukul 8.00 pagi tetapi itupun meleset dari perkiraan dan membuat perasaan saya makin tidak menentu karena dokter yang akan melaksanaan tindakan ( dr. Lukman Hakim ) masih memberikan ujian pada dokter junior sampai jam 11.50 operasi baru bisa dilaksanakan dan saya tersadar pukul 15.30, setelah tersadar saya merasakan sakit yang amat sangat di ulu hati rupanya penyakit maag kambuh, karena belum diperbolehkan minum dan makan saya harus menahan rasa sakit sampai keluar gas (kentut) hingga malam, penyakit maag saya makin menjadi-jadi. Perawat jaga kaget setelah memeriksa saya, tekanan darah saya normal tetapi saya sangat pucat dan denyut nadi sangat halus, empat perawat yang memeriksa denyut nadi hasilnya sama pada awal sebelum operasi HB darah hasilnya 13, setelah operasi HB menjadi 5, karena belum yakin kembali dilakukan 3 kali tes darah di Laboratorium dengan nama yang berbeda untuk lebih meyakinkan hasil lab tersebut , tetapi hasil tes darah tersebut tetap HB 5. diputuskan untuk dilakukan transfusi darah agar HB saya normal kembali.

Setelah selama 12 hari saya terbaring di rumah sakit dengan meninggalkan anak-anak yang masih kecil dengan kondisi yang masih lemah saya diperbolehkan oleh dokter untuk meninggalkan rumah sakit.

Setelah 2 minggu dirumah saya harus kontrol kembali untuk melihat perkembangan hasil operasi dan penyakit saya ini, sesudah itu rutin memeriksakan kesehatan saya dan hasil yang saya dapatkan adalah kesembuhan penyakit saya ini, dan tidak tampak Iagi sel-sel kanker ganas.
Puji syukur saya panjatkan kepada ALLAH SWT atas karunia dan kesembuhan yang diberikan kepada saya suami dan ke 3 anak yang telah menginjak dewasa dan alhamdulillah sampai saat ini diberikan nikmat sehat wal afiat. Amien

Saya mohon kepada rekan-rekan wanita jangan malu-malu untuk memeriksakan diri cek Papsmear ke dokter ahli kandungan sedini mungkin Demikian sekilas cerita ini tentang Kanker Serviks stadium dini yang pernah saya alami mudah-mudahan bermanfaat.

Kisah para Survivor PPKS

Oleh : Ibu Purwati Pangestuti
Pengalaman yang telah saya alami, menjadi pelajaran yang sangat berharga. Vonis kanker serviks membuat seluruh keluarga menjadi sedih/takut yang berkepanjangan sehingga mengganggu aktivitas mereka. Sebagaimana kita ketahui bahwa peran seorang ibu dalam rumah tangga sangat besar dan merupakan motor bagi keluarga, sehingga suasana yang telah redup harus saya terangi kembali dengan segala keceriaan, bimbingan serta kasih sayang.

"Bangkit" adalah kata yang tepat untuk kita jalankan sehingga selalu berusaha menjadi manusia yang berguna bagi sesama, kanker serviks merupakan penyakit yang tidak bisa dianggap enteng namun dapat disembuhkan, oleh karenanya timbul keinginan saya untuk menyebarluaskan informasi tersebut. Kanker sebisa mungkin harus cepat dideteksi, sebab semakin cepat didiagnosis, kesempatan untuk mendapatkan pengobatan dengan hasil yang baik bagi pasien dapat dicapai. Bila terlambat, akan menyebar kemana-mana dan semakin sulit untuk disembuhkan.

Untuk menyebarkan informasi secara lebih baik diperlukan suatu wadah/ forum yang dapat menjembatani para penderita, dimana mereka dapat hadir dan mendengarkan langsung bagaimana mereka harus mengatasi/ mencegah terjadinya kanker serviks. Forum ini dijadikan sebagai forum silaturahmi yang bermanfaat dan dapat meningkatkan kualitas kesehatan para ibu dan remaja putri.

Secara kebetulan saya dengar ada PPKS, saya langsung mendaftarkan diri karena saya berharap agar program-programnya didukung oleh pemerintah sehingga segala kegiatannya akan lebih terarah dan bahkan media masa dapat turut berperan serta. Semoga setelah bergabung dengan PPKS, maka saya dapat menularkan pengetahuan/ informasi yang telah saya peroleh dari sumber yang berpengalaman dibidang penyakit kanker.

Tidak diragukan lagi, bahwa informasi tersebut sangat berguna bagi kita semua sehingga seluruh anggota keluarga dapat saling mendukung, dan tidak kehilangan nilai-nilai agung yang biasanya didapatkan dari kebersamaan keluarga, semoga tercipta HAPPY FAMILY.

Kisah para Survivor PPKS

Oleh : Ibu Hana Rukmana
KANKER.....hanyalah satu kata pendek hanya 2 sukukata, namun... sungguh kata itu membuat terkejut, merinding bahkan menakutkan. Terlebih bila kata itu sampai pada seseorang yang kita kenal, yang dekat dengan keluarga kita, apalagi terhadap orang yang kita sayangi, sungguh- menyedihkan. Ternyata hal itulah yang harus aku rasakan, juga seluruh anggota keluarga, suami dan anak-anak tercinta.

Waktu itu di bulan Februari tahun 2003, saat itulah saya divonis Kanker Serviks stadium III-B. Tidak ada gejala apapun yang kurasakan, tiba-tiba saja saya mengalami pendarahan. Padahal saya sudah menopause lama sekali yaitu pada saat usiaku 48 tahun, sedangkan vonis itu datang saat usiaku sudah 60 tahun kurang 4 bulan. Semula saya mengira hanya karena kelelahan, maklumlah di usia itu saya masih aktif dalam kegiatan sehari-hari yaitu membimbing anak-anak TK yang sudah saya geluti sejak tahun 1964 dan saya sangat menikmati kegiatan tersebut. Namun ternyata pendarahan itu terjadi terus menerus dan semakin bertambah banyak, saya pun merasa lemas sekali. Sejujurnya saya takut untuk memeriksakan diri ke dokter, apalagi harus ke rumah sakit.

Dengan keadaan diriku seperti itu suami menyarankan untuk berobat ke pengobatan alternatif. Akhirnya saya pun mengikuti saran suami saya berobat ke pengobatan alternatif sampai 3 kali. Tapi anak-anakku semua menyarankan agar berobat secara medis, terlebih adik saya yang kebetulan bekerja di sebuah rumah sakit di wilayah Bekasi tempat saya tinggal.

Pemeriksaan awal di rumah sakit tersebut dengan menjalani berbagai pemeriksaan bahkan di USG, apalagi keadaan HB saya saat itu hanya 7 maka dokter menyarankan untuk memeriksakan diri ke RSCM.

Mulailah hari-hari saya yang sangat melelahkan baik secara fisik maupun mental, karena saya harus sering menempuh perjalanan Bekasi ke Jakarta pulang pergi, saya jalani semua itu dengan perasaan lelah, sakit, jenuh yang memang harus saya rasakan. Bersyukur suami dan anak-anak juga kakak serta adikku dengan sabar bergantian menemaniku, dan tidak henti-hentinya terus menyemangatiku dikala aku merasa capek dan tidak mau meneruskan pemeriksaan dan pengobatan. Itulah semua yang justru menjadikan aku semakin kuat dan sabar menghadapi cobaan ini.

Hingga akhirnya, setelah kurang lebih satu bulan aku menjalani berbagai macam pemeriksaan, sampailah pada hari yang tidak dapat kulupakan, yaitu pada bulan Februari 2003 saat itulah aku di vonis Kanker Serviks Stadium III-B. Aku kaget, sedih, bingung dan berbagai macam perasaan menyelimutiku saat itu, saya hanya terdiam saat mendengar vonis itu, tanpa terasa pipiku basah, aku menangis. Saat itu kakak tertuaku yang menemaniku langsung memelukku erat-erat dan menghapus air mata yang mengalir deras di pipiku. Aku yakin perasaannya sama dengan yang tengah aku rasakan saat itu, namun dia mencoba menahan dan menutupi perasaannya serta berusaha untuk membesarkan hatiku, meski dengan kata yang terbata-bata dan kulihat air mata pun meleleh dipipinya, dia terus memelukku dengan erat dan kudengar pula secara perlahan dia tak henti-hentinya menyebut asma Allah SWT.

Kemudian dokter yang memeriksaku saat itu memegang bahuku dengan lembut dan juga terus membesarkan hatiku, menyemangatiku supaya saya terus berusaha untuk menjalani pengobatan selanjutnya.

Usiaku waktu itu 60 tahun kurang 4 bulan. Dokter menyarankan untuk segera memulai pengobatan dengan harapan dapat selesai pada saat bersamaan dengan usiaku yang ke 60 tahun. Jadi waktu 4 bulan itu harus benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin. Saya ingat sekali perkataan dokter itu "Berpacu dengan waktu ya bu... ".

Kesimpulan dokter bahwa tindakan yang akan dilakukan adalah kemotherapi sebanyak 4 kali dan radiasi sebanyak 30 kali yang semua pengobatan itu dilaksanakan di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta.

Kami terpaksa tinggal di Jakarta dengan mengontrak sebuah kamar kost supaya dekat dengan rumah sakit. Mulailah hari-hari yang melelahkan aku jalani. Mengingat waktu yang terbatas, aku harus menjalani kemotherapi dikombinasi dengan radiasi. Itupun dicoba dulu dengan melihat bagaimana kondisi saya saat itu apakah kuat atau tidak. Alhamdulillah, menurut dokter saya bisa melanjutkan pengobatan tersebut. Begitulah saya harus menjalani semua itu. Hari Senin saya kemotherapi kemudian Selasa sampai Jum'at saya menjalani Sinar di LineX. Alhamdulillah, besan saya yang tinggal tidak jauh dari rumah sakit menawarkan untuk tinggal di rumahnya, kebetulan ada paviliunnya yang kosong, katanya dari pada saya harus mengontrak.

Hingga saat ini saya pun rasanya masih ingat bagaimana saat itu harus diinfus untuk menjalani kemotherapi atau untuk transfusi, karena tidak jarang saya harus ditransfusi sebelum dilakukan kemotherapi bila HB saya sedang rendah (drop).

Dalam beberapa hari terkadang saya sering minta istirahat dulu atau berhenti saja, itu semua karena saya sudah merasa jenuh, sakit dan merasa pesimis untuk sembuh, apalagi kalau mendengar cerita-cerita tentang kanker. Lebih-lebih efek samping yang aku rasakan setelah dilakukan radiasi seperti rasa mual, pusing hingga muntah-muntah atau bahkan tidak bisa makan setelah di kemotherapi, rasanya saya ingin berhenti saja. Namun lagi-lagi dorongan dari keluarga orang-orang terdekat yang terus memberi semangat dan terus berdo'a untukku sehingga akhirnya akupun merasa bersemangat kembali. Aku pun ingat bagaimana pengorbanan orang-orang yang aku cintai seperti suami, anak-anakku dan keluargaku, terlebih ibuku yang tiada henti-hentinya berdo'a untukku, juga teman serta sahabat-sahabatku. Aku ingin dan harus sembuh, apalagi kalau ingat cucu-cucuku yang belum dewasa, aku ingin melihat mereka tumbuh dewasa, aku ingin mendengar celoteh dan gurauannya serta kelucuan dan kepolosannya.

Alhamdulillah akhirnya semua cobaan itu dapat aku jalani dan aku selesaikan dengan baik meski dengan tertatih-tatih, hingga tiba saatnya pengobatan yang terakhir yaitu dengan Sinar Dalam sebanyak 3 kali yang menurutku itulah pengobatan yang terberat aku rasakan. Aku bersyukur, terima kasih ya Allah... Engkau telah memberikan aku kesembuhan, Kau beri aku kesempatan untuk melanjutkan hidupku.

Alhamdulillahirabbilalamiin, saya masih ingat saat dokter menjabat erat tanganku sambil memegang bahuku dengan lembut sambil mengucapkan " Selamat ya bu, ibu memang kuat. Insya Allah ibu sudah sembuh dan sehat, sudah bersih dari penyakit ibu. Jangan lupa terus melakukan kontrol dan menjaga hidup ibu". Lagi-lagi air mata membasahi pipiku, kali ini air mata bahagia serta puji syukur pada Allah SWT yang Maha Kuasa.

Itulah sekelumit kisahku, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi teman-teman yang saat ini sedang menghadapi cobaan seperti yang saya alami dulu. Saya hanya dapat berpesan, janganlah berputus asa, teruslah berusaha berobat hingga tuntas, tentu saja tidak lupa untuk tetap berdo'a kepada Tuhan, Insya Allah akan sembuh. Jangan lupa papsmeer atau deteksi dini lainnya.

Alhamdulillah, kini dengan adanya PPKS (Perempuan Peduli Kanker Serviks) saya sangat senang sekali dan sangat terasa manfaatnya. Saya dapat sharing dengan teman-teman sesama mantan penderita Kanker Serviks, terlebih jika dapat bertemu dan memberi semangat (patient support) bagi yang sedang menderita kanker. Dan juga saya bersyukur serta gembira sekali, kini telah ada vaksin untuk Kanker Serviks sehingga dapat lebih mengurangi bagi wanita yang menderita Kanker Serviks. Bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati ? Karena saya telah merasakan bagaimana beratnya penderitaan, pengorbanan fisik, moril terlebih materiil yang saya alami. Bukan hanya penderita Kanker Serviks saja yang rnengalami penderitaan tersebut tetapi keluarga juga ikut merasakannya semua. Terima kasih PPKS, teruslah berjuang, kami selalu mendukungmu.

Selasa

Kisah para Survivor PPKS

Oleh : Ibu Retno Mardiana
Tahun 2001 awalnya cuma keputihan dan dianggap sepele, kemudian bertambah keluhan bila selesai berhubungan langsung ada perdarahan, gak serius juga dipikir cuma deket siklus menstruasi biasanya terus langsung haid. Tapi kok keputihannya tambah banyak dan kental seperti susu, meski tidak terasa bau. seperti ini (pendarahan dan keputihan ) berlangsung kurang lebih 1 tahun. Waktu itu karena sedang mengobati anak, saya pikir karena tidak berpengaruh terhadap fisik dan rutinitas kegiatan pekerjaan ya tetap diabaikan, nanti bila selesai pengobatan anak baru akan konsultasi kedokter. Setelah selesai pengobatan anak, saya tetap mengalami hal diatas, kemudian saya konseling ke pendeta (kebetulan pendeta wanita) nah beliau yang malah nervous dan cepat2 anjurkan saya untuk konsultasi dan mulai pemeriksaan lebih teliti. Akhirnya saya datang ke YKI pusat di Sam Ratulangi untuk pap smear, hasilnya negatif, namun karena saya juga membaca brosur tentang Kanker Serviks dan gejala2nya, saya jelaskan bahwa saya sudah mengalami beberapa gejala seperti dalam brosur tersebut, akhirnya kemudian dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan lanjutan di poli kebidanan.

Antara takut dan cemas saya beranikan untuk periksa di RSCM asumsi saya pemeriksaan cuma sebentar dan hari itu saya bisa langsung bekerja. Ternyata dari hasil pemeriksaan dokter, saya melihat betapa seriusnya dokter memeriksa dan saya perhatikan raut dan mimik wajah para dokter (saya sempat ditangani lebih dari 3 dokter, kalau tidak salah 5 orang dokter) pasti ada yang tidak beres dengan kondisi ini. Saya tanya dan langsung dokter balik bertanya,"apakah sudah mempunyai anak", ternyata hasil diagnosa positif terkena kanker serviks. Pada hari itu juga saya ditangani untuk biopsi sekitar pukul 3 sore, untuk mengetahui stadium dan jenis kankernya.Namun dokter sudah menyatakan bahwa saya harus segera dioperasi pengangkatan rahim selagi sel tersebut masih belum jauh berkembang, dengan bimbang saya masih coba menawar untuk dilakukan pengobatan cara lainnya, tapi dokter menegaskan bahwa selagi masih memungkinkan dioperasi itu adalah yang terbaik, akhirnya saya pasrah dan menerima keputusan dokter. Dan dianjurkan untuk memulai melakukan pemeriksaan persiapan operasi pada keesokan harinya, selesai biopsi saya mengalami pendarahan lumayan banyak.

Hal yang paling berat adalah setelah saya sampai dirumah, untuk mengatakan pada suami dan anak tentang penyakit tersebut,dan saya tidak cukup tegar untuk tidak menangis......... Puji Tuhan ternyata suami sudah merasakan bahwa saya menderita kanker serviks dari apa yang saya alami, karena tiga hari sebelumya beliau melihat di Televisi acara kesehatan tentang kanker serviks. beban saya untuk berbicara tentang penyakit ini berkurang. Dan dia mendorong saya untuk melakukan apa yang diperintahkan dokter. Tentu saja saya juga sampaikan hal ini ke pendeta dan teman2 terdekat di gereja... sungguh dukungan doa yang mereka berikan memotivasi saya untuk melakukan pengobatan yang benar.

Esok harinya kembali ke RSCM untuk menjalani pemeriksaan lanjutan hingga 10 hari selesai seluruh rangkaian pemeriksaan dan dijadwalkan operasi pada bulan september (padahal waktu itu baru pertengahan Juli). Beberapa teman gereja menganjurkan untuk mencari cara mempercepat waktu operasi dan akhirnya saya dioperasi pada tanggal 12 Agustus 2002. Dari hasil patologi sel setelah operasi saya, dokter mengatakan tidak akan diadakan tindakan kemoterapi dan radiasi namun saya harus rutin untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, tanpa putus hingga setelah tahun kelima saya dinyatakan aman.

Tanggal 11 Mei 2003, suami saya berpulang ke rumah Bapa di Surga. Dan dengan pemeliharaan Tuhan dan kekuatan dariNya saya menjalani hari-hari bersama putri terkasih yang sudah menyelesaikan studi strata 1 dan sudah bekerja.

Puji syukur saya juga boleh bergabung dalam PPKS. Motivasi untuk bergabung dalam PPKS adalah untuk membagi pengalaman yang saya alami hingga dapat membantu banyak saudara-saudara yang lain agar bisa terhindar dari penyakit ini dengan mengetahui cara pencegahannya dan bisa membantu dalam pendampingan pasien yang mengalami penyakit tersebut.

Terima kasih Tuhan... untuk semua Karya dan KasihMu dalam kehidupanku... Tuhan memberkati kita sekalian... amin

Kisah para Survivor PPKS

Oleh : Ibu Widiarti Rahayu
Pertengahan Januari 2007 saya menstruasi tapi hingga 2 minggu tidak berhenti. Saya curiga pasti ini penyakit, dengan memberanikan diri saya meraba mulut rahim saya, ternyata ada yang berbeda dari biasanya. Permukaannya lebih tebal seperti ada massa/benjolan. Saya datangi dokter kandungan di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur dan diberi obat untuk menghentikan pendarahan untuk satu minggu. Tapi tanpa ada perbaikan sedikit pun. Tiga hari saya raba kembali dan ... lemes badan saya, membayangkan yang mengerikan, ternyata rabaan saya kali ini lebih mengejutkan lagi karena benjolan di mulut rahim saya membesar dengan permukaan yang tidak rata dan serpihan seperti daging dan darah segar ikut keluar di jari saya padahal saya yakin hanya menyentuhnya saja tanpa menekan apalagi mencongkel!!!

Akhirnya ketika habis obatnya saya balik lagi ke dokter. Saya utarakan apa yang saya alami dan dokter periksa lagi kata beliau miom geburt: harus dioperasi. Saya sampaikan "kalau memang harus operasi, ya operasi saja dok, daripada saya stres, yang penting pendarahan berhenti." Akhirnya dokter memastikan saya harus dioperasi.

Serangkaian pemeriksaan saya jalani dan sama hasilnya baik, artinya fisik saya memungkinkan untuk dioperasi. Tanggal 5 Maret 2008 saya dieksekusi selama berjam-jam di ruang operasi.
Setelah sadar, di ruang perawatan saya diperlihatkan massa hasil operasi seperti bulatan bakso (sehingga saya jadi trauma makan bakso), dokter menjelaskan bahwa tadinya hanya mau mengoperasi sepertiga bagian rahim, terpaksa diangkat semua karena kondisinya sudah tidak bagus.

Seminggu di rumah sakit saya pulang dengan bawa pengantar untuk kontrol satu minggu kemudian. Sebelum tiba jadwal kontrol, saya Rabu "pendarahan...?" apa lagi nih ...? Teraba ada benjolan di perut sebelah kanan sebesar kelereng. Saya tanyakan dokter saat kontrol katanya gak papa karena itu ujung jahitan. Padahal saya merasa itu ada diatas jahitan. Tapi saya berusaha sabar berharap dokter benar dan sayalah yang orang awam merasa curiga berlebihan. Saya tanyakan hasil laboratoriumnya dan baca kesimpulan "karsinoma berdiferensiasi buruk" apa maksudnya dok? Karsinoma itu apa dok? Dijawab "karsinoma itu kanker, tapi saya juga masih ragu bu disini hanya disebutkan seperti itu maksudnya apa tidak jelas, tidak spesifik, saya masih menunggu kepastian hasil pa dari RSCM." Saya tanyakan lagi "kenapa nunggu dari RSCM?" Kata beliau "dokter pa-nya dari Cipto. Dah ibu tenang saja nanti kalau sudah ada hasilnya yang pasti saya telpon ibu." "Ya oke deh dok tolong kalau ada hasilnya secepatnya saya dikasih tau"
Ternyata sudah satu minggu saya tunggu, telepon dari dokter tidak ada tanpa kepastian padahal saya terbayang-bayang kata-kata buruk. Logikanya kalau ada kata buruk, pasti harus ditindak lanjuti, lha saya kok cuma nunggu telpon dari dokternya yang gak tahu kapan mau nelpon atau mungkin malah lupa kalau ada pasien yang berharap kabar dengan penuh kegelisahan. Saya raba-raba lagi benjolan di perut ternyata kok membesar? Wah kalau begini saya gak bisa nunggu lagi. Saya datangi dokter dan langsung minta di rujuk saja ke RSCM karena saya pikir toh dari PA-nya juga di sana, sekalian saja lah....!

Di RSCM saya dipertemukan dengan dokter dari poli kebidanan utama. Yang mengharuskan saya ini pemeriksaan ulang dengan pinjam slide dari rumah sakit awal untuk di pa kembali dan juga di biopsi (untuk mengetahui tingkat keganasannya) yang hasilnya positif karsinoma dengan metastasis / penyebaran. Pada stadium II B tanggal 12 / 5 - 08. Kesimpulan dokter, saya harus menjalankan radio terapi sebanyak 25 kali / 1 paket.

Saya diberi obat asam mefenamat tapi pesan dokter: "jangan salah pengertian, obat ini tidak menyembuhkan, hanya mengurangi keluhan" Ya memang saat itu saya mengalami kesakitan pada benjolan di perut sebelah kanan setelah ditusuk jarum biopsi.
Oleh doter saya diberi pengantar untuk ke bagian radio terapi untuk tindak lanjut masalah paket radioterapi. Tanggal 24/4-08 pertama kalinya berurusan dengan radioterapi, diperkenalkan dengan "tukang sinar" biasa dokter menyebut dirinya. Periksa vagin masih berdarah/luka belum sembuh. Saya disarankan untuk di CT scan dulu karena dokter tidak tahu sejauh mana tingkat keganasan sel-sel kanker yang ada karena tidak tahu dan tidak bisa memeriksa lagi jaringan yang sudah dibuang, jadi untuk keakuratan penggambaran dan penyinaran dokter perlu data dari hasil CT Scan.

Agar tidak kejatuhan, dokter menyarankan agar CT Scan dilakukan di RS tempat saya operasi. Hasilnya saya bawa ke radioterapi dan tiap pagi dikonsul dengan Prof. Zakaria. Ada keterangan gambar yang tidak jelas / tidak spesifik pada lembar hasil CT Scan yang membuat profesor penasan dan memanggil saya untuk datang ke rumah sakit dan memeriksa sendiri. Hasilnya...? Untuk pasien ini harus segera nih! Kapan jadwal penyinarannya? Tanggal 25 Mei dok, kata suster, wah kelamaan, majuin coba dilihat jadwalnya, tanggal 15 Prof, maju lagi, Senin besok, Senin besok harus sudah sinar? Kata beliau. Wah serasa dapat mukjizat. Padahal sebelumnya saya sudah minta agar penyinaran dimajukan, karena takut kalau kelamaan akan bertambah stadiumnya. Tapi dokter tidak bisa memajukannya karena pasien yang antri jadwalnya sangat padat. Alhamdulillah, berkat pertolongan Prof. Zakaria saya langsung pada hari Kamis itu (8/5-08) juga saya cek darah dll, lalu persiapan penyinaran. Paginya 9/5-08 saya mulai penyinaran yang pertama dengan cinar cobalt.

Setelah penyinaran yang kelima, dokter menyarankan untuk mengkombinasi dengan kemoterapi dengan harapan agar formula kemoradiasi memperoleh hasil yang lebih efektif. Saya terima usulan dari dokte dengan keyakinan bahwa dokter pasti akan memberikan yang terbaik untuk pasiennya.
Alhamdulillah masa-masa pengobatan sudah saya jalani dengan penuh kesabaran dan hasilnya Insya Allah saya sehat dan yang penting saya merasa bahwa Tuhan sayang sama saya, sehingga memberikan penyakit untuk mengingatkan bahwa saya masih punya Tuhan yang menginginkan agar saya selalu dekat dengan-Nya.

Sabtu

ANION Showerhead from Winalite Indonesia




Mau tahu lebih lanjut ???
Hubungi AGIL
Hp.024 7012 7065 / 085 641 586 955

Senin

ANION Showerhead

ANION Showerhead Meningkatkan Kualitas Hidup


Satu Alat Banyak Manfaat :

Air yang mengalir melalui showerhead bisa berguna untuk :

Perawatan Kulit; Perawatan Kecantikan; Perawatan Rambut; Perawatan Kesehatan; Spa di rumah; Penghilang Stress; Penghilang Kelelahan; Meningkatkan Stamina; Bikin Awet Muda; Bebas Kaporit&Klorin (racun dlm AIR); Bebas Kuman&Bakteri.


Anion

Memproduksi anion saat mandi, memberi perlindungan pada kulit.


Dechlorinating

Menghilangkan klorin, memberi perlindungan terbaik untuk Anda dari racun yang ada di dalam air.


Massage

Kualitas air yang lebih baik, memberikan sensasi pijatan yang menenangkan.


Bio Energy

Molekul air yang lebih kecil, mengandung Bio Energy, melembutkan pori-pori kulit.


Relieves Stress

Menyeimbangkan sistem saraf otonom Memberikan pengalaman tenang saat mandi.


Mengatasi Gejala Gangguan Kerusakan Sistem Syaraf Otonom

Kepala : Sakit kepala, terasa berat, migrain,dsb

Otot dan sendi : Kaku, sakit sendi, sakit pinggang, dsb

Tenggorokan : Sakit tenggorokan, tersumbat,dsb

Pernapasan : Sesak napas, hypoxia flu, asma, dsb

Kulit : Kering, berkeringat, gatal, dsb.

Tangan : Kelumpuhan, menggigil, paresthesia, gejala Raynaud's , demam, dsb

Kaki : Kedinginan, demam, mati rasa, nyeri, dsb.

Mata : Mudah lelah, sulit dibuka, air mata, dsb

Telinga : Telinga serasa tersumbat,tinnitus, dsb

Mulut : Mulut kering, sakit , gangguan perasa, dsb.

Pencernaan : Muntah, sembelit, diare, gas, perut kembung, dsb

Sistem peredaran darah : Palpitasi, aritmia, rasa tekanan di dada, perubahan tekanan darah, pusing ketika berdiri, dsb

Organ kemih : Sering buang air kecil, sulit buang air kecil, dsb

Genital :Impotensi, gatal, dsb

Gejala sistemik : Mudah lelah, pusing, demam, insomnia, gemetar, tidak nafsu makan, dsb


Pemesanan Hub : AGIL (024) 7012 7065 / 085641 586 955

Rabu

Koleksi 49 E-Book Pilihan

Awal mengumpulkan E-Book merupakan iseng-iseng saat mulai mengenal dunia internet. Setelah berkumpul dengan komunitas FFG, semakin lama saya pribadi semakin membutuhkan buku-buku yang berkualitas yang benar-benar bisa dijadikan sebagaimana Guru yang sangat bijaksana. Akhirnya pengumpulan E-Book ini mulai saya lakukan dengan serius. Setelah membaca buku-buku yang saya kumpulkan....saya pribadi mengalami peningkatan skill dan kepercayaan diri.

Memang membaca E-Book lebih cepat lelah dibanding membaca buku yang sesungguhnya tapi E-Book ternyata juga memiliki banyak kelebihan, misalnya lebih hemat dan tidak memerlukan tempat sebagaimana buku biasa dan juga lebih awet. Sebagian besar dari yang saya share ke temen-temen selama ini juga saya ambil dari E-Book yang saya kumpulkan. Saat copy paste dari E-Book juga tidak perlu mengetik ulang, kemudian sedikit saya kembangkan sesuai kejadian yang saya alami sendiri.

Saya pribadi merasakan ketika saya membaca buku dan saya merasa disindir oleh buku yang saya baca, maka saya nggak perlu marah, sehingga belajar dari buku memang mempunyai banyak kelebihan. Setelah saya mendapatkan 'sesuatu' dari apa yang saya baca, kadang-kadang saya konsultasikan ke mentor pembimbing sehingga bisa menutup kekurangan dibanding ketika saya mengambil kesimpulan sendiri.

Untuk itu saya pribadi ingin membagi apa yang sudah saya kumpulkan sekian lama ke temen-temen yang membutuhkan E-Book ini. Karena saya sudah mengalokasikan waktu secara khusus, maka bagi yang benar-benar menginginkan E-Book yang sudah saya kumpulkan cukup mengganti biaya sebesar Rp.100.000,- (bebas ongkos kirim) dan akan saya kirimkan CD berisi 49 E-Book pilihan ini ke alamat teman-teman. Adapun E-Book yang saya tawarkan ini bisa Anda lihat sebagaimana gambar di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Silahkan meng-klik gambar dibawah ini untuk memperjelas tampilan.

Senin

Setiap Orang adalah pelari maraton

Oleh : Agil Siswo H.
-beberapa artikel saya padukan-

Kita semua seringkali terjebak dengan rutinitas sehari-hari...mulai bangun tidur-sarapan pagi-kerja-pulang-istirahat-tidur-trus bangun lagi, demikian seterusnya.

Pasti temen2 nggak asing dengan sebuah permainan sepak bola, tapi akan terasa asing klo dalam permainan sepak bola itu tidak ada gawangnya...karena yang terlihat hanya sekumpulan orang yang berebut bola, tapi bingung mau dibawa kemana bola itu karena tidak ada gawangnya.

Ini merupakan gambaran tentang sebagian dari kita, karena rutinitas yang kita lakukan tiap hari bisa-bisa ibarat pemain sepak bola yang tanpa gawang...kadang kita bingung ketika ditanya apa GOAL kita bulan depan, apa GOAL kita tahun depan, dan seterusnya...

Bahkan tanpa kita sadari hasil kerja kita selama ini bisa jadi tujuannya yang penting cukup memenuhi kebutuhan hidup, bayar cicilan hutang, serta pengeluaran lainnya. Sedangkan waktu kita untuk keluarga dan anak-anak seringkali lewat begitu saja...tanpa terasa hubungan antar anggota keluarga tiba-tiba jadi semakin "hambar".

Memang kita tidak harus bersaing dengan orang lain untuk membuktikan bahwa kita lebih unggul-lebih berhasil-dll.

Tapi sesungguhnya kita adalah ibarat seorang pelari maraton yang berlomba untuk mencapai target yang kita buat sendiri sepanjang hidup, sehingga harus mampu bertahan dalam waktu yang lama yaitu sepanjang hidup dan untuk kebutuhan tersebut pasti kita membutuhkan 'bekal ' yang cukup.

Apakah ada peserta lain? Pesertanya cuma seorang, Anda sendiri. Jadi tidak perlu mengalahkan orang lain.

Siapa penyelenggara lombanya? Tentu saja Anda sendiri.

Bagaimana aturan lombanya? Anda juga yang membuat aturan, yang utama adalah harus mencapai garis finish.

Dimana garis finishnya? Anda juga yang menentukan garis finishnya.

Apa hadiahnya? hadiahnya tentu saja sesuai dengan apa GOAL yang mau Anda capai.

Mulai detik ini marilah berlari...dan terus berlari...never give up.


Ada sebuah cerita yg bisa lebih menjelaskan situasi diatas :

Mungkin banyak yang sudah pernah mendengar cerita ini namun perlu diketahui "repeating is learning" setiap pengulangan adalah pembelajaran...sebagaimana ketika kita sudah selesai baca Al-Qur'an 30 juzpun pasti akan mengulang untuk membacanya kembali.

Kutu Anjing dan Anjing
Suatu hari kutu anjing ingin berlomba dengan anjing, kemudian sang anjing mengajak lomba berlari dan garis finishnya pohon di depan yang berjarak 100 m.

Keduanyapun mulai berlari...tak berapa lama hasilnya langsung bisa dilihat...kutu anjing ketinggalan jauh dan akhirnya kalah.

Namun kutu anjing penasaran, akhirnya si kutu anjing minta tanding-ulang tapi kali ini si kutu anjing yang memilih model perlombaannya, aturannya seperti ini:

'Barang siapa yang bisa melompat sekian kali dari tinggi tubuhnya dia yang menang...lombapun dimulai...yang pertama sang anjing melompat dan lompatannya tinggi sekali, tapi dibanding tinggi tubuhnya ternyata cuma sekitar 5x tingginya...kemudian si kutu melompat dan hasilnya luar biasa meski tidak terlalu tinggi...kemudian setelah dibandingkan dengan tinggi tubuhnya ternyata mencapai 300x lipat tinggi tubuh si kutu anjing.

Jadi pemenang lomba yang kedua adalah si kutu anjing'

Dari cerita tersebut bisa kita lihat bahwa setiap orang adalah PEMENANG, dan ini berawal ketika seorang manusia dilahirkan. Anda adalah hasil kompetisi dari ribuan bahkan jutaan sperma yang berlomba untuk membuahi sel telur dan lahirlah kita ke dunia.

Tidak ada seorangpun yang pantas dianggap sebagai seorang PECUNDANG...karena semuanya adalah pemenang sebagaimana gambaran lomba lari maraton diatas bahwa kita berlomba untuk diri kita sendiri, tidak perlu bersaing dengan orang lain karena GOALnya pasti berbeda-beda.

Dan setiap Anda pasti mempunyai kelebihannya masing-masing dan mulai detik ini carilah sebanyak-banyaknya apa yang menjadi kelebihan Anda...dan sayapun berusaha melakukan hal yang sama.

Sungguh berbeda orang yang mengetahui sebuah Jalan dengan orang yang menapaki jalan tersebut, sungguh berbeda orang yang hanya punya ilmu dengan orang yang sudah mengamalkan ilmunya...ketika kita mengetahui pengetahuan tentang sebuah kehidupan yang BAIK, maka hal itu tidak serta merta membuat hidup kita pasti BAIK karena belum tentu kita sudah menerapkan pengetahuan tersebut.

Minggu

Macam-macam Pengobatan Kanker

Vera Farah Bararah - detikHealth - www.health.detik.com


img
(Foto: sciencedaily)

Jakarta, Kanker sampai saat ini masih menjadi penyakit yang menakutkan. Selain menyebabkan kematian yang cepat, penyakit ini juga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Pengobatan apa saja yang bisa dilakukan untuk kanker?

Harapan hidup bagi pasien kanker biasanya akan semakin besar jika kanker tersebut ditemukan saat masih stadium awal, karena pada stadium tersebut sel kanker belum menyebar ke organ lain di dalam tubuh.

Tapi pengobatan kanker diketahui memiliki berbagai efek samping yang bisa membuat si pasien merasa tak nyaman.

Berikut yang bisa digunakan untuk mengobati kanker, seperti dikutip dari Cancer.gov, Kamis (7/1/2010), yaitu:

Kemoterapi
Kemoterapi adalah salah satu jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat untuk menghancurkan sel kanker. Obat ini bekerja untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Tapi terkadang pengobatan ini bisa menimbulkan efek samping seperti lelah, mual, muntah, penurunan sel darah, rambut rontok, sariawan, rasa sakit di badan atau bisa juga menyebabkan sel yang sehat tumbuh dengan cepat.

Berapa lama efek samping dari kemoterapi ini dirasakan tergantung dari kesehatan pasien dan jenis kemoterapi yang digunakan. Tapi sebagian besar efek samping akan hilang setelah kemoterapi selesai. Kemoterapi bisa digunakan sebagai satu-satunya pengobatan atau dikombinasikan denga pengobatan lain seperti radioterapi atau pembedahan.

Keuntungan dari kemoterapi ini adalah membantu mengecilkan kanker yang ada sebelum dilakukan operasi atau radiasi, menghancurkan sel kanker yang mungkin masih ada setelah pembedahan atau menghancurkan sel kanker yang datang kembali (recurrent cancer) akibat sel kanker terdahulu telah menyebar ke organ lain.

Pengobatan kemoterapi ini bisa dengan cara disuntik ke otot, melalui pembuluh darah, dioleskan ke kulit atau melalui oral. Setelah dikemoterapi, pasien akan melakukan tes fisik, tes medis (tes darah dan X-ray) dan keadaan dari pasien sendiri untuk mengetahui apakah obat kemoterapi bekerja dengan baik.

Radioterapi
Pengobatan ini menggunakan jenis energi tertentu (radiasi pengion) untuk membunuh sel kanker atau mengecilkan tumor (benjolan). Radiasi ini akan merusak materi genetik dari sel kanker, sehingga sel tersebut tidak dapat tumbuh atau membelah kembali. Tapi pada beberapa kasus radiasi ini juga bisa menyerang sel-sel yang sehat.

Jenis radiasi yang diberikan tergantung dari kondisi pasien, jenis dan stadium dari sel kanker. Radiasi ini bisa untuk menghancurkan secara total sel kanker, mengecilkan tumor dan mengurangi gejala dari kanker tersebut. Terapi ini bisa dikombinasikan dengan pengobatan lain. Diperkirakan hampir 50 persen pasien kanker bisa menerima pengobatan radiasi ini.

Radioterapi ini bisa digunakan untuk mengobati hampir semua jenis kanker padat seperti kanker otak, payudara, leher rahim, tenggorokan, paru-paru, pankreas, prostat, kulit, tulang punggung, perut, rahim atau jaringan lunak. Radiasi ini juga bisa digunakan untuk leukimia atau limfoma (kanker yang menyerang sistem limfatik). Dosis dari radiasi ini tergantung dari jenis kanker dan apakah ada organ atau jaringan didekatnya yang bisa rusak oleh radiasi ini.

Teknik radiasi yang dilakukan untuk mencegah sel kanker tumbuh di tempat lain disebut dengan prophylactic radiation therapy, sedangkan jika untuk mengurangi gejala akibat sel kanker yang telah menyebar ke organ lain disebut dengan palliative radiation therapy.

Operasi atau pembedahan
Pengobatan dengan operasi ini dilakukan untuk memperbaiki atau menghilangkan bagian tubuh yang didagnosis memiliki sel kanker. Pengobatan dengan operasi ini bisa juga dikombinasikan dengan radiasi, kemoterapi atau terapi hormon.

Operasi kanker biasanya dilakukan dengan alasan tertentu seperti untuk pencegahan agar sel kanker tidak menyebar ke organ lain, untuk menentukan apakah pertumbuhan kanker masih jinak atau sudah ganas, untuk menentukan stadium dari kanker tersebut, sebagai pengobatan awal agar sel kanker tidak menyebar dan untuk mengurangi gejala atau efek samping seperti tumor tersebut menekan sel saraf atau menghambat organ lain bekerja.

Pembedahan seringkali digabungkan dengan pengobatan lain seperti kemoterapi dan radioterapi. Kanker yang bisa diobati dengan pembedahan adalah kanker padat, tapi juga tergantung stadium dari kanker itu sendiri.

Cryosurgery
Pengobatan ini dengan menggunakan nitrogen cair atau gas argon yang sangat dingin untuk menghancurkan jaringan yang abnormal, bisa digunakan untuk kanker luar atau pun kanker di dalam tubuh. Untuk yang internal biasanya dokter menggunakan bantuan USG atau MRI untuk memantau alat (cryoprobe) yang dimasukkan dalam tubuh untuk melakukan pembekuan sel, sehingga membatasi kerusakan jaringan yang sehat disekitarnya.

Pengobatan ini bisa digunakan untuk beberapa jenis kanker atau kondisi prakanker, seperti retinoblastoma, kanker tulang, kanker kulit, kondisi pra-kanker leher rahim, kanker payudara, kanker usus dan kanker ginjal. Efek samping yang dihasilkan tidak seberat kemoterapi, radiasi atau pembedahan. Ini dikarenakan dokter bisa lebih fokus melakukan pengobatan pada daerah tertentu untuk mencegah kerusakan di jaringan yang sehat.

TACI/TACE (Trans Arterial Chemotherapy Infusion/Embolization)
Pengobatan kanker ini bisa dibilang baru, yaitu dengan menyuntikkan obat anti kanker langsung ke daerah yang terdapat sel kanker melalui pembuluh darah arteri. Pengobatan ini bisa dilakukan untuk kanker hati, kanker ginjal, kanker pankreas atau kanker paru-paru.

Pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah arteri di paha atau lengan. Sementara itu untuk pemantauan lokasinya menggunakan fluoroskopi yang akan mengarahkan kateter ke sistem arteri yang terdapat sel kanker.

TACE digunakan untuk memasukkan obat-obatan kimia melalui kateter yang ditempatkan langsung ke arteri yang memasok makanan untuk sel kanker, karena sel kanker ini diberi makan oleh pembuluh darah. Sedangkan TACI, obat kimianya secara langsung dimasukkan ke tumor untuk membunuh sel kanker.

Keuntungan dari terapi ini adalah obat yang diberikan langsung ke target tumor sehingga mengurangi kemungkinan adanya jaringan sehat yang rusak, mengurangi rasa sakit dan beberapa efek samping yang umum terjadi, tidak terlalu lama berada di rumah sakit serta membutuhkan waktu pemulihan yang lebih cepat. Efek samping yang terjadi sangat kecil seperti demam ringan, mual dan rasa sakit, pada beberapa kasus bisa terjadi pendarahan.
(ver/ir)

Pembalut Herbal Kian Marak Dipakai Perempuan

Irna Gustia - detikHealth - www.health.detik.com


img
(Foto: Hibis)

Jakarta, Tren pemakaian herbal untuk kesehatan kian marak digunakan. Tak hanya dalam bentuk suplemen obat, herbal juga diproduksi dalam bentuk pembalut. Pemakaian pembalut herbal kian tren di kalangan perempuan Indonesia.

Salah satu pembalut herbal yang gencar dipasarkan melalui pola MLM bermerek Hibis. Para pemasarnya pun membidik pasar khusus ibu-ibu lewat arisan atau acara di sekolah anak-anak.

Sebut saja Nyonya Uti yang mengaku tertarik memakai pembalut herbal setelah ditawari saat arisan RT. "Harganya terjangkau dan katanya efeknya cukup bagus buat kesehatan, tidak ada salahnya saya mencoba dulu," kata Nyonya Uti dalam perbincangannya dengan detikHealth, Senin (11/1/2010).

Seperti dilansir dari situs Hibis, disebutkan pembalut herbal ini diproduksi oleh perusahaan Taiwan bernama Han Tide Biomedical Corp. Sejak awal perusahaan ini didirikan tahun 1979, pengembangan obat-obatan tradisional China menjadi fokusnya.

Meski sejak tahun 2003 sudah mulai membuat pembalut herbal, baru pada tahun 2007 perusahaan ekspansif menjual pembalut herbal dengan nama 'Hibis'. Hingga saat ini sudah ada 14 negara yang memasarkan Hibis termasuk Indonesia.

Kandungan herbal dengan pengolahan secara bio energi diklaim mampu membuat peredaran darah ketika haid semakin lancar. Masalah nyeri haid juga bisa berkurang dengan pembalut ini.

Hibis (singkatan dari Herb in Beauty is Sparkle) mengandung bahan aloevera (lidah buaya), herba menthae, houttuynia cordata, lavender, yi mu cau, borneo champor.

Dengan bahan alami tersebut, pembalut herbal ini diklaim berkhasiat mengurangi nyeri haid, membersihkan gumpalan darah dan memperlancar peredaran darah saat haid, menghilangkan bau amis saat haid, mencegah kista, mengurangi kuman dan bakteri keputihan, mempercepat pengeluaran darah saat nifas hingga mencegah kanker leher rahim.

Jika si pemakai tidak memiliki masalah serius, saat memakai pembalut ini hanya terasa hangat. Sebaliknya jika punya penyakit serius seperti keputihan atau kista si pemakai akan merasakan gatal-gatal atau panas sebagai efek bahan-bahan di pembalut tersebut bekerja.

Di Indonesia, produk ini sudah mendapat izin dari departemen kesehatan. Harga jualnya rata-rata Rp 300 ribu per paket namun untuk eceran seharga Rp 15.000 dengan isi 10 pembalut.

Menanggapi maraknya penggunaan pembalut herbal ini, dr Rino Bonti Tri Hadma Shanti SpOG mengaku belum menemukan penelitian ilmiah tentang manfaat dan keamanan pembalut ini sehingga belum dapat menyarankan ataupun melarang penggunaannya. Kalau memang tidak terdapat keluhan saat memakainya dan memang tidak mengandung zat kimia yang berbahaya, mungkin sebagaimana jamu-jamuan yang terdapat di pasaran boleh-boleh saja dicoba.

"Pasien-pasien saya juga ada yang menggunakannya, ada juga yang bilang gatal-gatal, saya menyarankan kalau kurang cocok dihentikan dulu karena kita tidak bisa melarang," kata dokter yang berpraktik di Sam Marie Healthcare, RS Hermina Jatinegara dan RS Bunda Jakarta.

Menurutnya, munculnya pembalut herbal bisa jadi sebagai respons karena beberapa pembalut wanita saat ini menggunakan bahan daur ulang yang justru memicu iritasi dan menimbulkan alergi.

dokter lulusan Fakultas Kedokteran UI ini mengungkapkan, idealnya pembalut berasal dari bahan katun karena tidak memicu iritasi. Namun diakui, kemampuan daya beli masyarakat yang rendah membuat pembalut katun kurang mampu dijangkau. Satu pak pembalut berbahan katun rata-rata seharga Rp 50 ribu dengan isi 10 pembalut.

dr Rino Bonti menjelaskan suatu pembalut dikatakan aman jika si pemakai tidak merasa ada keluhan iritasi atau alergi.

Yang tak kalah penting menurutnya adalah jika sedang haid sebaiknya perempuan mengganti pembalut 3-4 jam sekali agar tidak terlalu banyak darah yang menumpuk yang berisiko memunculkan bakteri.(ir/ver)

Sinyal dari Tubuh Jika Kekurangan Vitamin

Vera Farah Bararah - detikHealth - www.health.detik.com


img
Ilustrasi (Foto: sheknows)

Jakarta, Ada kalanya tubuh seseorang mengalami kekurangan zat baik itu vitamin, kalsium atau zat besi. Saat mengalami kekurangan tersebut, tubuh biasanya memberikan sinyal-sinyal tertentu.

Sinyal-sinyal yang diberikan oleh tubuh memang tidak disadari oleh semua orang, karena sebagian besar orang justru mengabaikannya. Ini disebabkan ketidaktahuan bahwa yang ditunjukkan oleh tubuh merupakan suatu sinyal bahwa ada zat yang kurang.

Tidak mudah menginterpretasikan sinyal-sinyal ini. Seperti dikutip dari Health24, Rabu (13/1/2010) ada sinyal-sinyal yang harus diketahui yaitu:

1. Kuku mudah patah
Kemungkinan akibat kekurangan zat besi, zink dan asam lemak esensial. Sebaiknya konsumsi daging, kacang-kacangan dan ikan.

2. Mata terasa kering
Kemungkinan kekurangan vitamin A dan asam lemak esensial. Sebaiknya konsumsi sayuran atau buah yang berwarna hijau, kuning atau orange.

3. Pecah-pecah di bagian ujung mulut
Kemungkinan kekurangan zat besi, vitamin B12, B6 dan asam folat. Sebaiknya konsumsi daging, kacang-kacangan dan sayuran berwarna hijau.

4. Bibir pecah-pecah
Kemungkinan kekurangan vitamin B2. Sebaiknya konsumsi daging dan produk susu.

5. Kulit memerah di wajah berminyak
Kemungkinan kekurangan vitamin B2, B6, zink atau asam lemak esensial. Sebaiknya konsumsi daging, ikan, unggas dan kerang.

6. Jerawat
Kemungkinan kekurangan vitamin B kompleks, vitamin E dan asam lemak esensial. Sebaiknya konsumsi produk hewani, sereal, unggas dan makanan laut.

7. Rambut tipis
Kemungkinan kekurangan zat besi atau zink. Sebaiknya konsumsi daging, kacang-kacangan, produk susu dan kerang.

8. Ketombe
Kemungkinan kekurangan vitamin C, B6, zink dan asam lemak esensial. Sebaiknya konsumsi buah-buahan seperti jeruk, daging, ikan, unggas dan produk susu.

9. Mata merah
Kemungkinan kekurangan vitamin A dan B2. Sebaiknya konsumsi produk susu, daging, buah atau sayuran berwarna orange dan hijau.

10. Luka lambat sembuhnya
Kemungkinan kekurangan zink. Sebaiknya konsumsi produk susu dan kerang.

(ver/ir)

Kenapa Urine Berbau?

Vera Farah Bararah - detikHealth - www.health.detik.com


img
(Foto: buzzle)

Jakarta, Setiap hari orang harus mengeluarkan berbagai zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui keringat atau urine. Tapi terkadang urine yang dikeluarkan menimbulkan bau yang tak sedap. Apa penyebab urine menjadi bau?

Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab urine menjadi bau seperti masalah pada saluran kemih atau adanya infeksi kandung kemih. Selain itu, bau urine yang mengandung ragi (yeast) dapat menjadi petunjuk dari diagnosis diabetes.

Yang harus diketahui adalah apakah bau tersebut berasal dari air kencing atau vagina. Cara mudah untuk menentukannya adalah dengan buang air kecil di dalam cangkir atau gelas dan tunggu beberapa menit. Jika bau masih tercium, kemungkinan besar berkaitan dengan air seni.

"Kebanyakan bau dari urine hanya bersifat sementara dan tidak mengindikasikan masalah kesehatan. Tapi jika hal tersebut terus berlanjut selama beberapa hari, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya," ujar Dr Rob Danoff, seperti dikutip dari MSN, Jumat (15/1/2010).

Untuk melakukan diagnosis, pasien harus menjalani beberapa tes untuk mengetahui fungsi dari beberapa organ atau ada tidaknya zat tertentu.

Tes yang dilakukan biasanya untuk memeriksa kandung kemih atau infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, dehidrasi, diabetes atau gangguan metabolisme seperti fenilketonuria.

Tanda-tanda untuk memeriksa urine:

1. Jumlah air dalam urine.
Mengetahuinya dengan tes spesifik gravity. Tes ini memberikan petunjuk mengenai jumlah air dalam urine dan status orang tersebut apakah dehidrasi atau tidak.

2. Warna urine.
Warna pada urine dipengaruhi oleh makanan, pewarna makanan, hidrasi, obat-obatan, vitamin dan adanya suatu penyakit seperti penyakit hati atau gangguan perdarahan.

3. Kejernihan.
Ketidakjernihan urine dapat mengindikasikan adanya darah, lendir, kristal dari batu ginjal atau kandung kemih dan bakteri.

4. Protein.
Seharusnya di dalam urine tidak ditemukan adanya urin, jika ditemukan mungkin mengindikasikan adanya gangguan di ginjal atau kehamilan.

5. Keton.
Adanya keton dalam urine ketika lemak diuraikan dalam tubuh sebagai energi. Kehadiran keton ditunjukkan saat sedang puasa, diet tinggi protein, karbohidrat yang rendah serta konsumsi alkohol. Pada kondisi ekstrem, keton dapat berpotensi bahaya yang dikenal sebagai diabetic ketoacidosis (tubuh mendapatkan energi dari lemak karena tidak dapat mengubah glukosa menjadi energi).

6. Nilai pH.
Ini untuk mengetahui apakah urine bersifat asam atau basa.

7. Glukosa.
Adanya glukosa dalam urine bisa diakibatkan oleh tingginya kadar gula seperti diabetes yang tidak terkontrol atau akibat gangguan di ginjal.

8. Nitrit.
Menunjukkan adanya infeksi bakteri di saluran kemih.

9. Leukocyte esterase.
Mengindikasikan adanya sel-sel darah putih dalam urin yang kemungkinan akibat infeksi di saluran kemih.

10. Cek analisis mikroskopis.
Tes ini untuk melihat berbagai tanda seperti merah (mengindikasikan perdarahan, ada penyakit, tumor atau cedera), sel darah putih (gangguan autoimun, peradangan), bakteri, jamur, parasit, kristal (gangguan pada ginjal) dan sel-sel skuamosa (sampel urine kemungkinan sudah terkontaminasi saat dikumpulkan).

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan ini, dokter biasanya dapat menentukan apa penyebab dari bau urine yang muncul saat buang air kecil. (ver/ir)

Mitos Seputar Menstruasi

Vera Farah Bararah - detikHealth - www.health.detik.com


img
(Foto: timeinc.net)

Jakarta, Minum soda saat datang bulan dipercaya mampu memperlancar haid perempuan. Itu adalah salah satu mitos yang paling banyak dipercaya kaum hawa. Apa lagi mitos seputar haid?

Menstruasi merupakan satu siklus yang terjadi setiap bulannya pada kaum hawa sebelum mengalami menopause. Seperti dikutip dari buku Kesproholic seri 2: Mitos seputar masalah seksual dan kesehatan reproduksi, Jumat (22/1/2010) ada beberapa mitos seputar menstruasi yang tidaklah benar, yaitu:

1. Minuman bersoda dapat mempercepat selesainya menstruasi.
Menstruasi adalah proses luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Sakit tidaknya atau lancar tidaknya proses ini selain dipengaruhi oleh hormon juga dipengaruhi oleh faktor psikis. Karena itu tidak ada hubungan antara minuman bersoda dengan menstruasi yang lebih cepat.

Keluhan nyeri haid juga disebabkan oleh faktor posisi rahim. Bila posisi rahim menyebabkan leher rahim (saluran keluarnya darah haid) terjepit, maka akan menimbulkan keluhan nyeri. Obat-obatan tertentu bisa memperpanjang atau memperpendek lamanya hari menstruasi.

2. Jangan minum air es saat menstruasi.
Air dingin tidak memiliki efek apapun saat menstruasi. Selama tidak merasakan sakit atau perut kembung, maka minum air es sah-sah saja.

3. Memakai pembalut saat menstruasi bisa menyebabkan kemandulan.
Secara medis pembalut merupakan sarana yang membantu seseorang agar tetap bersih dan tidak lembab selama menstruasi. Pada dasarnya semua pembalut itu sehat, tapi sebagian perempuan ada juga yang mengalami alergi atau iritas. Ini dikarenakan sensitivitas dari organ kelamin setiap orang berbeda-beda. Karena itu disarankan agar setiap menstruasi mengganti pembalut sesering mungkin (idealnya setiap 4 jam).

4. Tidak boleh berenang saat menstruasi.
Selama perempuan memakai pembalut dan tidak merasa risih, maka berenang saat menstruasi boleh-boleh saja dilakukan. Hal ini tidak akan mempengaruhi kesehatan. Tapi jika perut terasa kram, sebaiknya hentikan aktivitas berenang.

5. Perempuan remaja yang belum menstruasi tidak dapat hamil.
Mitos ini sangat kuat melekat di masyarakat, padahal pernyataan ini tidaklah benar. Kehamilan itu berkaitan dengan ovulasi (matangnya sel telur). Beberapa remaja bisa saja mendapatkan menstruasi sebelum masa ovulasi, bersamaan saat tubuh beradaptasi dengan tingkatan hormon. Tapi beberapa remaja lainnya ada yang mengalami ovulasi terlebih dahulu sebelum menstruasi. Jadi bisa saja terjadi kehamilan sebelum mendapat menstruasi pertama.

Bila siklus haid sudah berlangsung, yaitu saat memasuki usia akil baligh maka sel telur sudah dipersiapkan setiap siklusnya. Tapi karena masih dalam proses awal, seringkali pematangan sel telur belum terjadi secara sempurna sehingga menyebabkan haid tidak teratur. Terjadinya haid bisa berarti sudah dihasilkannya sel telur (ovulatoar) atau bisa juga tanpa sel telur (anovulatoar). (ver/ir)

 

Anion Sehat | Pembalut Anion | Winalite Lovemoon Anion Copyright © 2012 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop