04/2010

Laman

Jumat

Bahaya BERENANG Sembarangan

BERBAGAI PENYAKIT MENGANCAM SAAT BERENANG


“WASPADAI PENULARAN PENYAKIT SAAT BERENANG”
Dr Widodo Judarwanto SpA

PICKY EATERS CLINIC (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak)
JL Rawasari Selatan 50, Cempaka Putih Jakarta Pusat
Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat
Rumah Sakit Bunda Jakarta, Jl Teuku cikditiro 28 Jakarta Pusat
telp : (021) 70081995 - 4264126 – 31922005
email :
wido25@hotmail.com , htpp://www.childrenfamily.com


Banyak orang tua mengeluh, setiap kali sehabis berenang anaknya mengalami sakit demam, batuk dan pilek. Kedinginan atau terlalu lama berenang sering dianggap sebagai biang keladi penyebabnya. Tampaknya pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar, dingin tidak akan menyebabkan infeksi. Ternyata gejala demam, batuk, pilek atau infeksi faringokonjungtivitis yang disebabkan adenovirus penyebarannya dapat melalui kolam renang. Selain itu berbagai infeksi lain seperti infeksi mata, infeksi saluran cerna, infeksi telinga bahkan infeksi otak dapat juga ditularkan lewat air.

Berenang di kolam renang atau tempat rekreasi lain adalah kegiatan olah raga atau rekreasi yang banyak digemari oleh masyarakat termasuk anak-anak. Tempat rekreasi air tersebut meliputi pantai, danau, air terjun atau tempat rekreasi air lainnya. Tempat lain yang bukan merupakan tempat rekreasi adalah sungai, rawa atau air banjir. Renang adalah olahraga yang meningkatkan kulitas hidup dan kesehatan manusia. Tanpa disadari, sebaliknya aktifitas tersebut ternyata dapat menyebabkan tertularnya penyakit. Berbagai penyakit mulai dari yang ringan hingga yang berat dapat terjadi penularannya lewat tempat tersebut.

Beberapa tahun yang lalu Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Badan pengawasan dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat pernah menutup lebih dari 1.800 kolam renang umum. Tindakan itu dilakukan karena ditemukan bahaya infeksi yang dapat terjadi pada perenang. Pada awalnya didapatkan beberapa kasus diare selanjutnya terjadi peningkatan besar menjadi wabah di tahun 1990-an dengan kasus sebanyak 16.800 yang berhubungan dengan kolam renang dan spa. Juga dilaporkan wabah yang terjadi di negara bagian Georgia, AS, dimana beberapa anak menderita sakit akibat kuman E. Coli yang berasal dari kotoran penderita saat berenang.

Dari inspeksi yang dilakukan CDC terhadap 22.131 kolam renang, ditemukan 54% kolam renang yang bermasalah. CDC juga mengungkapkan terjadi peningkatan kasus yang besar atau outbreaks dari penyakit yang disebabkan rekreasi air dalam tahun 2000 didapatkan 228% lebih banyak dibandingkan 2 tahun sebelumnya.

Di Indonesia permasalahan ini belum banyak diperhatikan, karena belum ada data penelitiannya. Melihat perilaku masyarakat, kondisi sarana dan sistem pengawasan yang ada di Indonesia, mungkin saja permasalahan yang dapat ditimbulkan lebih mengkawatirkan dan harus lebih diwaspadai. 

PENYAKIT INFEKSI
Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dari Illinois Public Health didapatkan kelompok perenang secara bermakna lebih sering mengalami infeksi mata, telinga dan infeksi kulit dibandingkan dengan bukan perenang.

Menurut CDC berbagai penyakit seperti infeksi saluran cerna, infeksi mata, infeksi pernapasan, infeksi kulit, bahkan infeksi otak dapat ditularkan melalui kolam renang. Penyakit infeksi saluran cerna dengan gejala demam, diare dan muntah sering ditularkan melalui kolam renang. Penyakit tersebut meliputi gastroenteritis, disentri, kolera, tifus, hepatitis A, giardiasis, cryptosporidiosis, E coli, giardia,
norovirus, salmonelosis atau sigelosis.

Penyakit infeksi mata dapat ditularkan melalui kolam renang adalah
moluskum kontagiosum dan konjungtivitis (adenovirus). Otitis eksterna atau "Swimmer's Ear" adalah infeksi telinga yang disebabkan karena Pseudomonas aeruginosa yang juga ditularkan lewat kolam renang.
Infeksi kulit yang yang penularannya dapat melalui kolam renang adalah "
Hot Tub Rash". Penyebabnya adalah bakteri Pseudomonas. Penyakit kulit lainnya adalah Cercarial Dermatitis. Gangguan ini sering dikenal sebagai penyakit “swimmer itch”. Gejalanya berupa kulit yang terasa panas terbakar, gatal, pada kulit tampak bintil seperti jerawat kecil kemerah-merahan kadang disertai melepuh. Penyakit ini disebabkan karena paparan dengan parasit yang terdapat pada burung dan hewan mamalia lainnya. Parasit tersebut mengkontaminasi manusia melalui perantara binatang keong yang terdapat di air tawar atau air asin seperti danau, kolam atau air laut. Parasit ini terpapar pada kulit perenang yang mengalami rash atau kulit terkelupas karena sensitif atau alergi. Biasanya penyakit ini terjadi pada musim panas. Dalam keadaan luka terbuka pada kulit infeksi yang bisa terjadi adalah terkena kuman vibrio parahemolitikus atau vibrio vulnifikus.

Infeksi Pernapasan yang bisa ditularkan memalui kolam renang adalah
faringokonjungtiva (infeksi tenggorok dan mata “belekan” yang disebabkan adenovirus), legionellosis (demam pontiak dan penyakit Legionnaires) dan mikobakterium avium kompleks. Gejala infeksi saluran napas tersebut pada umumnya adalah demam, batuk atau pilek. Pada keadaan daya tahan tubuh lemah dapat berpotensi menjadi pneumonia (radang paru).

Meskipun jarang terjadi penularan penyakit lewat air ini dapat mengakibatkan infeksi otak . Infeksi susunan saraf pusat yang dapat terjadi adalah infeksi selaput otak atau
meningitis aseptik yang disebabkan enterovirus dan infeksi neigleria. Gejala yang dapat terjadi adalah demam tinggi, muntah, kejang, dan kesadaran menurun.

Infeksi lainnya yang dapat terjadi adalah Hepatitis A atau penyakit infeksi virus yang terjadi pada hati atau “lever”. Gejala yang timbul adalah kulit dan mata tampak kuning, mual, muntah, demam dan badan lemas. Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan karena kuman leptospira juga dapat ditularkan lewat air.

Virus pada penderita Hepatitis B atau HIV yang ditemukan di darah atau sebagian kecil cairan tubuh penderita dapat memasuki badan atau aliran darah orang lain saat berenang. Tetapi CDC tidak mengkawatirkan keadaan ini karena virus penyebab HIV dan hepatitis C tidak akan hidup lama di cairan kolam renang yang mengandung klorin, Sebenarnya bila terdapat darah di kolam renang tidak ada alasan untuk menutup kolam renang tersebut. Tetapi kadang kala beberapa pengelola akan menutup sementara bila jumlah darah cukup banyak atau keamanan kesehatan diragukan.

PENCEGAHAN
Pencegahan penyebaran penyakit melalui kolam renang dapat diminimalkan bila dilakukan pengolahan kualitas air dengan baik. Pokok-pokok pengolahan air kolam renang adalah dengan penjernihan, pemberian zat koagulan dan disinfektan. Menjernihkan air dengan cara membubuhkan zat koagulan seperti tawas (AL2SO4)3. Soda Ash (Na2Co3) untuk menyaring air melalui saringan (filtrasi) dan membasmi lumut. Pemberian zat koagulan pada air kolam renang bertujuan untuk mengikat kotoran (zat organik) yang ada dalam air kolam menjadi keping yang lebih besar agar dapat lebih mudah diambil atau disaring.

Disinfeksi air dengan cara memasukkan zat kimia berupa klorin (chlorine). Manfaat klorin ini adalah sebagai zat kimia yang dapat membunuh virus, bakteri dan jamur. Meskipun setelah melalui proses,penyaringan air kelihatan bersih, namun harus dicurigai masih adanya bakteri di dalam air tersebut. Karena, klorin tidak dapat membunuh semua bakteri dan virus yang ada dengan segera.
Departemen kesehatan seharusnya melakukan kegiatan pengawasan rutin tentang kualitas air kolam renang. Kegiatan tersebut meliputi pengamatan lapangan dan pengambilan contoh air termasuk air pada proses produksi dan distribusi. Setelah dilakukan pemeriksaan contoh air dilakukan analisis hasil pemeriksaan. Perumusan saran dan cara pemecahan masalah yang timbul dari hasil pemeriksaan.

Kegiatan tindak lanjut yang penting adalah upaya penyuluhan kepada pemakai. Jangan masuk kolam renang bila sedang mengalami diare, pengguna kolam renang akan terpapar kuman di dalam air. Jangan menelan air, harus diketahui klorin tidak bisa membunuh semua kuman. Hindari makan permen karet atau makan selama berenang atau bermain air. Cuci tangan dan anus dengan sabun setelah buang air besar atu mengganti diapers (popok). Kuman di tangan dapat menyebar kemana-mana termasuk di air. Beritahu petugas keamanan kolam renang bila terlihat material feses di air atau bila melihat orang lain mengganti diapers (popok) di kursi atau di meja.

Harus diketahui orang tua saat mebawa anaknya adalah harus segera membawa anaknya mengangkat anaknya segera bila hendak buang air kecil, buang air besar dan ganti diapers. Jangan berharap melindungi kencing dan feses dari diapers, karena alat tersebut tidak dapat tembus air. Bila buang air besar sebelum berenang cuci dengan bersih dengan sabun pada daerah bawah anak. Sehabis berenang sebaiknya harus cuci tangan dan mandi yang bersih bila hendak makan. Untuk mencegah infeksi saluran telinga sebaiknya setelah berenang daun telinga dan lubang telinga bagian luar juga dibersihkan dan dikeringkan. Kalau perlu dibersihkan dengan pembersih telinga yang mengandung kadar alkohol tertentu.

Saat berenang di danau atau laut, bila disekitarnya banyak didapatkan keong atau burung yang berkeliaran sebaiknya kita menunda aktifitas berenang. Karena, tempat tersebut berpotensi terjadi swimmwer itch atau Cercarial Dermatitis. Paling utama, bila dalam keadaan sakit sebaiknya kegiatan berenang harus ditunda dulu. Selain dapat memperberat penyakit yang ada, yang pasti dapat menulari orang lain.

DAFTAR PUSTAKA
1. Leoni E, Legnani P, Guberti E, Masotti A. Risk of infection associated with microbiological quality of public swimming pools in Bologna, Italy. Public Health 1999 Sep;113(5):227-232
2. Dadswell JV Silchester. Managing swimming, spa, and other pools to prevent infection. Commun Dis Rep CDR Rev 1996 Feb 2;6(2):R 37-40
3. From the Centers for Disease Control and Prevention. Cryptosporidium infections associated with swimming pools--Dane County, Wisconsin, 1993.JAMA 1994 Sep 28;272(12):914-5
4. Cryptosporidium infections associated with swimming pools--Dane County, Wisconsin, 1993.MMWR Morb Mortal Wkly Rep 1994 Aug 12;43(31):561-3
5. Kee F, McElroy G, Stewart D, Coyle P, Watson JJ. A community outbreak of echovirus infection associated with an outdoor swimming pool. Public Health Med 1994 Jun;16(2):145-8
6. Bolanos B Dermatophyte feet infection among students enrolled in swimming courses at a university pool.. Bol Asoc Med P R 1991 May;83(5):181-4.
7. Baze P, Ortonne JP. Infections and skin diseases acquired in swimming pools.. Ann Dermatol Venereol 1991;118(12):973-7.
8. Kariniemi AL, Brander E, Huttunen R .Swimming pool granuloma: hand infection caused by Mycobacterium marinum.Duodecim 1991;107(17):1437-40
9. Lecler O, Pourriat JL, Hoang P, Fournier JL, Cupa M . Pulmonary infection by Aeromonas hydrophila following drowning in a swimming pool.Cah Anesthesiol 1990 Dec;38(6):435-6
10. Bondarenko VI, Iashchenko KV, Zadorozhnaia VI, Bellavina GS . The role of swimming pools in the spread of intestinal infections. Vrach Delo 1989 Sep;(9):112-4
11. Botzenhart K, Kampe AA, Streib R. Illnesses in relation to swimming pool visits--conclusions of a survey. Zentralbl Bakteriol Mikrobiol Hyg [B] 1988 May;186(2):118-37
12. Esmann J, Christiansen JV. Skin infection with atypical Mycobacteria. Swimming pool/aquarium granuloma. Ugeskr Laeger 1988 Feb 29;150(9):551-3
13. Turner M, Istre GR, Beauchamp H, Baum M, Arnold S Community outbreak of adenovirus type 7a infections associated with a swimming pool. South Med J 1987 Jun;80(6):712-5
14. Niedecken HW Swimming pool granuloma--an atypical mycobacterial infection. Hautarzt 1984 Jul;35(7):373-6
15. Junger H, Witzani R. Swimming-pool granuloma"--an infection of skin with mycobacterium marinum. Z Hautkr 1981 Jan 1;56(1):16-8
16. Seyfried PL, Fraser DJ Pseudomonas aeruginosa in swimming pools related to the incidence of otitis externa infection.. Health Lab Sci 1978 Jan;15(1):50-7
17. von Suzani C, Hazeghi Infections transmitted in swimming pools. P Soz Praventivmed 1976 Jul-Aug;21(4):120-1
18. Haman S Bacterial flora of water in indoor swimming pools.Rocz Panstw Zakl Hig 1976;27(1):71-81
19. Haman S. Bacterial indices of water pollution in swimming pools with reference to various methods Rocz Panstw Zakl Hig 1975;26(6):675-82
20. Trichomonas vaginalis infections due to use of public swimming pools. Piekarski G, Saathoff M.. Immun Infekt 1973 Oct;1(1):22-5
21. Comparative study on bacterial water pollution tests in swimming pools. Villa L, Zaffino C. Ann Ist Super Sanita 1970;6(1):1-8.
22. Abd-Rabbo A new suggestion. Artificial plastic swimming pools as prophylactic measures against infection with schistosomiasis in developing countries. J Trop Med Hyg 1968 Jan;71(1):18-9
23. Pire E . Epidemiologic research on enteritogenic infections in the town of Bari. II. Study on the hygienic conditions of water in the swimming pools. Nuovi Ann Ig Microbiol 1967 Nov-Dec;18(6):456-67.
24. Cazacu E, Busuioc C, Stoicescu A, Ionescu V, Pompilian M, Mihailescu N Epidemiological and serological studies of a swimming-pool focus of adenoviral infections. Pediatria (Bucur) 1967 Jul-Aug;16(4):319-23
25. American Academy of Pediatrics. Adenovirus Infections. In: Peter G, ed. 1997 Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases. 24th ed. Elk Grove Village, IL: American Academy of Pediatrics; 1997: 131.
26. Horwitz MS. Adenoviruses. In: Fields BN, Knipe DM, Howley PM, eds. Fields Virology. 3rd ed. Philadelphia: Lippincott-Raven; 1995: 2149-71.
27. Foy HM. Adenoviruses. In: Evans A, Kaslow R, eds. Viral Infections in Humans: epidemiology and control. 4th ed. New York: Plenum; 1997:119-38.
28. Niizeki K, Kano O, Kondo Y. An epidemic study of molluscum contagiosum: relationship to swimming. Dermatologica. 1984;169:197-198.
29. Castilla M. Molluscum contagiosum in children and its relationship to attendance at swimming-pools: an epidemiological study. Dermatol. 1995;191:165.
30. Choong KY, Roberts LJ. Molluscum contagiosum, swimming and bathing: a clinical analysis. Australas J Dermatol. 1999;40:89-92.

Kamis

Qinghai Earthquake: Chairman Vincent Chen Worried About "Children’s" Safety

 Qinghai Earthquake: Chairman Vincent Chen Worried About "Children’s" Safety
The 7.1-magnitude earthquake struck the Yushu County in Yushu Tibetan Autonomous Prefecture in Qinghai Province, BJT 07:49 am, April 14th, 2010. The epicenter was calculated to be latitude 33.1 north and longitude 96.7 east. By 13:00, April 14th, the statistics showed that nearly 300 people were killed and 8,000 injured in the Yushu earthquake.
The quake struck Yushu in Qinghai..."
"An earthquake in Yushu?! What is the current situation? Quickly think of how to contact them to see whether the children are safe..."
On the morning of April 14th, as soon as Mr. Vincent Chen, Chairman of WINALITE International Group, returned to his office, he was informed by the staff that a 7.1-magnitude earthquake had struck the Yushu County in the Yushu Prefecture of Qinghai Province at 07:49 that morning and was expected to have caused heavy casualties.
Upon hearing about the incident, Chairman Vincent Chen’s heart was torn with anxiety because he had 100 "children" living in Yushu. Originally, back in September 2005, President Chen had adopted 100 local children with difficulties such as disabilities, whose parents were both dead, or who belonged to single-parent families, through the contact of the Children’s Aid Association in the Tibetan Autonomous Prefecture of Yushu in Qinghai. Each year, every child is provided with CNY 1,800 to fund his or her studies and daily necessities until he or she reaches the age of 18. In November, 2006, he donated 850,000 Yuan to build the "Huaide Aid School" in Yushu to provide educational opportunities for these children.
As the “Permanent Honorary President of the Children’s Aid Association of Yushu in Qinghai,” Chairman Vincent Chen has always been concerned about Yushu in the past few years and has never stopped showing concern and providing funds for the children and has built countless ties of friendship with them as well. Now, natural disasters occurred in Yushu. How are these children? How are their loved ones? Are their houses and schools still safe?
Everyone is eager to know about the situation regarding the disaster and the children, but due to the earthquake, the cell phone networks were extremely busy in the morning of April 14th in Yushu, Qinghai. Moreover, most personnel of the related departments had arrived at the site of the earthquake in order to carry out disaster relief work, so it was impossible to find out the children’s specific situations. It was not until 4:00 p.m. that the people from WINALITE were able to get information from Daile. Pengcuo, the Director of the Children’s Aid Association of the Yushu Tibetan Autonomous Prefecture in Qinghai Province.
Only when director Daile informed Chairman Vincent Chen via telephone that "the school did not collapse and the children are well and safe" , the large stone in President Chen’s mind was finally dislodged. He asked director Daile to do everything possible to ensure the children’s safety and to keep in touch and inform him about the situation regarding the disaster and the help needed whenever possible. The company would put every effort forward to help them to solve problems.
Chairman Vincent Chen also expressed that many people now were in need of urgent disaster relief; the company would further launch related personnel to Qinghai’s surrounding areas to help the affected people.

Chairman Chen Once Again Awarded Special Honors at the Sixth Asian-Pacific Direct Selling Forum

Chairman Chen Once Again Awarded Special Honors at the Sixth Asian-Pacific Direct Selling Forum
Chairman Vincent Chen is undoubtedly the most dazzling star of today’s direct sales industry. At the Sixth Asian-Pacific Direct Selling Forum held at Taipei International Convention Center, on April 7 and 8,2010,he was once again awarded honors and won the prize of “2009 Direct Selling World Chinese Person of the Year”. In addition, many members of Winalite won prizes during the Forum.


Reputed as the Oscars of the International Chinese Direct Sales Industry, the Asian-Pacific Direct Selling Forum had been held annually five times. This sixth forum was co-sponsored by the World Chinese Merchants Union Association, Cross-Straits Exchange Association for Direct Sales Industry, Cross-Strait Exchange Association, and the organizing committee of the Asian-Pacific Direct Selling Forum, and was jointly undertaken by the magazine companies of DS Century and New Chinese Merchants. During the forum, experts, scholars, entrepreneurs, professional managers, and market leaders from the direct sales industry in the Asian-Pacific region conducted extensive in-depth discussions regarding the business opportunities for the cooperation between the direct sales industries across the Taiwan Straits, the current situation of the Asian-Pacific direct sales industry, innovation of direct sales models, and other topics.
Present at this grand gathering were distinguished guests such as Winalite Global CEO Frankie NG, East Asia Affairs Regional President Jaffery Pang, Global President's Advisory Counsel Mr.Onggy, Dr.Yong & Dr The, and many excellent local Winaliters.
As a specially invited guest of this forum, Chairman Vincent Chen was invited to participate in a series of activities including the opening ceremony of the forum and the summit dialogue, and make a thematic speech as China’s only representative of direct sales entrepreneurs. Regretfully, he was not able to attend the forum because of pressing important matters. Nevertheless, he was the most spectacular star in this event. During the event, posters, exhibition boards, and display stands about Chairman Vincent Chen were seen everywhere. Most remarkably, at the award ceremony on the afternoon of April 8, he won by a wide margin “2009 Direct Selling World Chinese Person of the Year”.

Selasa

Misteri Piramida


Piramid di Mesir memang menyimpan banyak misteri. Kali ini tentang sampah makanan yang ditinggalkan pengunjung dalam ruang raja tempat mumi disimpan. Sampah itu tidak membusuk, hanya mengering. Bangkai binatang yang kebetulan ada di dalam pun kering bagai mumi. Para peneliti yang bekerja dalam piramid juga merasakan tubuhnya lebih sehat dan kuat, pegal-linu pun lenyap. Ada apa di dalam piramid?

Kita tahu, proses pembusukan terjadi akibat aktivitas bakteri yang menguraikan senyawa-senyawa organik pada suatu materi. Nah, kalau aktivitas bakteri-bakteri itu dihentikan atau dibatasi, suatu benda tidak bakal membusuk.

Ada tiga lingkungan yang bisa menyetop aktivitas bakteri. Pertama, lingkungan dengan suhu yang ekstrem. Misalnya, suhu yang sangat rendah di kutub atau ruang pendingin. Atau suhu yang sangat tinggi seperti di dalam kawah gunung berapi. Kedua, di dalam ruang hampa macam di ruang angkasa. Ketiga, dalam air yang mengandung banyak sulfur (S).

Akan tetapi, ketiga kondisi lingkungan itu tidak ada di dalam piramid Mesir. Lalu, faktor apa gerangan yang dapat menghentikan aktivitas bakteri dalam piramid, sehingga benda-benda itu tidak membusuk?

Menghentikan aktivitas bakteri

Selidik punya selidik, misteri itu akhirnya terkuak. Penyebabnya ialah ion negatif yang banyak terdapat di dalam piramid, khususnya di ruang raja.

Kesimpulan bahwa ion negatif sebagai biang keladi segala kejadian dalam piramid itu didukung oleh sejumlah penelitian. Sebuah lembaga riset pertanian di Amerika misalnya, menggunakan ayam sebagai objek penelitian. Ayam percobaan dibagi dua kelompok, masing-masing ditempatkan dalam ruang yang mengandung bakteri. Ruang kelompok pertama dimasuki ion negatif, sedangkan ruang kelompok kedua tidak diapa-apakan. Setelah beberapa waktu, ayam di kelompok pertama tetap sehat, sedangkan ayam di kelompok kedua klepek-klepek mati semua.

Apa sebenarnya ion negatif yang mempunyai efek begitu menakjubkan ini?

Ion adalah atom yang bermuatan negatif atau positif. Atom tersusun dari netron yang bermuatan netral, proton yang bermuatan positif, dan elektron yang bermuatan negatif. Netron dan proton terdapat pada bagian tengah yang merupakan inti atom, sedangkan elektron berputar mengelilingi inti atom pada tempat orbitnya (tingkat energi).

Jumlah muatan positif dan negatif pada atom adalah sebanding, sehingga atom tidak memiliki muatan. Namun, karena sesuatu sebab, beberapa elektron dapat meninggalkan atom (elektron ini disebut elektron bebas). Jika atom kehilangan elektron bebas, ia berubah menjadi ion positif. Sebaliknya, akan menjadi ion negatif jika ia menerima elektron bebas. Ion-ion ini tidak stabil sehingga cenderung mencari gandengan untuk berikatan.

Nah, kecenderungan untuk berikatan inilah yang menjelaskan mengapa ayam pada kelompok pertama tetap sehat, sedangkan kelompok kedua almarhum semua. Ion negatif di kelompok pertama berikatan dengan bakteri di udara yang cenderung bersifat positif. Ikatan yang dibentuk ini mengakibatkan matinya bakteri-bakteri dalam udara sehingga ayam tetap sehat. Dengan arti lain, ion negatif dapat membunuh dan menghentikan aktivitas bakteri.

Kekuatan magnet

Menurut seorang profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Tokyo, berdasar teori efek Leonard, ion negatif banyak dihasilkan di tempat air memancar dan bertabrakan seperti di sekitar air terjun (sekitar 10.000 - 14.000 buah/cm3), air mancur (sekitar 4.000 buah/cm3), sungai (400 buah/cm3).

Pada tempat-tempat itu terjadi tabrakan antara molekul air (H2O) dengan molekul air lainnya, yang mengakibatkan lepasnya elektron menjadi elektron bebas. Elektron bebas ini akan berikatan dengan molekul di udara (O2 dan CO2) menjadi ion negatif.

Kembali ke kasus di piramid, ternyata kondisi ini pun tidak dapat dijumpai dalam piramid yang selalu dalam kondisi kering dengan kelembapan tetap. Hal penting yang ditemukan hanyalah besar kekuatan magnet di dalam ruang raja empat kali lebih besar dibandingkan dengan yang di luar piramid. Sementara besar kekuatan magnet di bagian tembok dua kali bagian tengah. Dengan kata lain, kekuatan magnet di tembok piramid delapan kali kekuatan magnet di luar piramid. Dari hasil penelitian, tembok di ruang raja tersusun dari batu granit yang banyak mengandung magnet.

Magnet itulah kunci rahasianya. Berdasarkan teori gaya Lorentz, didekatkannya kekuatan magnet pada elektron yang dialirkan dari elektrode negatif ke elektrode positif akan mengakibatkan elektron berubah arah menjauhi gaya magnet tersebut. Jadi, kekuatan magnet dapat membuat elektron dalam atom atau molekul terlepas menjadi elektron bebas, yang kemudian berpindah pada atom lain untuk menghasilkan ion negatif.

Nah, penelitian itu kemudian menyimpulkan bahwa kekuatan magnet pada batu di ruang raja mengakibatkan lepasnya elektron dari atom atau molekul di udara sekitar tembok. Elektron bebas itu kemudian berikatan dengan atom lainnya untuk membentuk ion negatif. Ion negatif inilah yang mengikat bakteri dan membunuhnya. Bakteri pun tak berkutik untuk melakukan pembusukan, sehingga sampah dan bangkai hanya mengering.

Mandi pancuran menyehatkan

Fenomena para peneliti yang masuk ke dalam piramid dan menjadi bugar juga menimbulkan pertanyaan. Apakah masih ada kaitannya dengan ion negatif? Penelitian yang dilakukan memang menunjukkan pembenaran akan hal itu.

Ion negatif di udara dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan dan pori-pori kulit. Ion ini masuk ke seluruh sel dalam tubuh dengan menumpang arus aliran darah. Ion negatif dalam tubuh dapat menguraikan asam laktat menjadi zat yang tidak berbahaya (air dan ion laktat) yang mudah dibawa oleh aliran darah menuju tempat pembuangan (pada saat tubuh lelah dan tegang, asam laktat dalam tubuh akan terkurung dalam sel yang mengakibatkan timbulnya rasa pegal-pegal).

Selain itu ion negatif mempunyai kemampuan meningkatkan kerja limpa dalam menghasilkan kekebalan tubuh. Otomatis tubuh mampu menghadapi berbagai virus yang masuk. Influenza dan penyakit virus lainnya pun keder masuk ke tubuh.

Karena tidak semua orang berkesempatan masuk ke piramid di Mesir, ada cara lain untuk dapat merasakan khasiat ion negatif. Misalnya, dengan berjalan-jalan di tempat yang banyak menghasilkan ion negatif (misalnya, di sekitar air terjun, air mancur, sungai, hutan, atau taman-taman), mengatur ventilasi udara yang baik untuk menukar udara kamar dengan udara baru yang mengandung ion negatif, dan mandi dengan menggunakan shower (yang mempunyai efek menghasilkan ion negatif). Untuk menunjang agar aliran ion negatif dalam darah lancar kita perlu juga berolahraga.

Business Opportunities




Are you ready for the tsunami of business opportunities?
Current situation and prospect of health product industry.
Health product industry is an escalating and sizzling business. Statistically speaking, there has been a solid increase of sales all over the world in the past 20 years. America has increased by 36 times,Japan has increased by 32 times. Annual growth rate in EU countries is 13%, China on the other hand, is 15% to 30%, which is by far higher than the average of developed countries. However, the current average spending per person in China is 31RMB only, 1/12 compare to Japan and 1/17 to America. The market potential is magnificent.

Around 1 billion semi healthy people in the world has insufficient medical care. The finding of a survey from WHO indicates that only 5% of people are actually healthy all over the world, 20% are sick with the rest of 75% are semi healthy. In China, 70% of people appear to be semi healthy, which means the number reaches 1 billion. Proper health care could get thesepeople back to the health track, sick path on the contrary. It's a pity that most people's perception towards "healthy" stays at the level of "fix the problem when it pops". Despite a few have the cognition to execute the prevention by taking health products, the effect is questionable without quality health guide.
The unpredictable SARS brought tremendous inconveniences to our works and lives, on the other hand, endless marketing opportunities rose to the surface. Nowadays, people have raised awareness to the importance of daily health care, physical training, personal and public environment build.

10 reasons to invest:
Small product with huge market-"love moon" sanitary napkin

Two patents: the first "inside anion piece" and "gynecological disease detecting piece" in China, which reached the leading level in the field globally.

Function patents: the structure of seven layers, streamlining and sanitary production process, the packing which meets the food hygiene standard, high-tech patent, natural treatment, absence of side effect.

Market analysis: among 1.5 billion people in China, women from the age group of 13 to 50 spend 105 billion RMB each year on sanitary napkin and there is an increasing trend! Only countable brands in the market, this 6 billion customers' market transcends nationality and race.

Requirement analysis: necessity for live, women must buy!

Psychological analysis: products with guaranteed quality meets people's psychological need for "secure and health product".

Price analysis: the retail price is equivalent of the price of similar product of high class in the market, member price is even lover than the market average.

Strategy analysis: traditional way of marketing combined with the modern competent marketing tool- E commerce.

Risk analysis: reasonable investment followed by easily achievable sales target, little after sales service (females know how to use it), monthly and repeatedly purchase.

Jewish philosophy of making money: it is 10 times easier to earn money from purses than from wallets.

Global Franchising

The Perfect Network Marketing Personal Franchise Business Opportunity...

Simple to learn, easy to share and quick to duplicate.

The keys to success are being handed over to you right now with Winalite International.

A Fantastic Product Line that every woman needs every day and every caring husband wants to share with their partners.

A Solid Company that is reaching globally, expanding its markets across international borders, supporting your business growth every step of the way.

A Proven Success System that will teach, train and duplicate your sales force to achieve their goals and journey towards success!

Finally, a Business Compensation Plan that will bring you immense wealth, freedom and happiness!

So Join Us! Without you, we cannot succeed!

Success Unlimited System

Success Unlimited is a system created by Mr Chen HuaiDe, the chairman of Winalite International. It's a system absorbed the practical experience and the philosophy of anyone or any cooperation partner associated with Winalite, inherited the merits of other international systems. In the process of establishing the system, leaders of Winalite have weighed pros and cons, contemplated ups and downs, factored reasonable innovation and rational deletion. Through years of endeavor, a powerful and energetic system presents itself as the combination of Winalite leader's sense of common cognition, value and responsibility. It is, as well, an invincible system that can guide Winalite through development, sophistication and lasting success.

Ever since the end of 2006, Success Unlimited has developed rapidly all over the world, reaching lots of corners in global extent, gathering marketing and administration elites, created one legend after another.

Success Unlimited is an excellent system with distinct goal, purpose, culture and mission. The goal of being the most respected system in the world. The purpose of maintaining integrity, establishing popularity and creating meaningful lives. The culture of emphasizing integrity, respect, worship, gratitude, cooperation. The mission of assisting people to establishing their own international businesses from development through maturity to lasting success, co-founding the kind of freedom that exceeds common sense with the substantial support from devoted leaders. Winalite is highly responsible for all the stockists and optimistic about the system's future, aiming to enhance the whole system to a higher level than the basic workflow, transform the system into a more professional, distinctive and industrialized stage which effectively enables international information and resource sharing.

Jumat

Tentang Kanker Serviks

Setiap Perempuan Berisiko Terkena Kanker Serviks
  • Di Indonesia, setiap harinya 40-45 perempuan terdiagnosis kanker serviks dan 20-25 diantaranya meninggal karenanya. (1)
  • Kanker serviks merupakan kanker tersering di Indonesia. (2)
  • Dampak yang dapat ditimbulkan kanker serviks pada perempuan sangat banyak, dikarenakan kasus kanker serviks terbanyak muncul pada saat perempuan berada dalam usia produktif yaitu antara 30-50 thn. (3-6)
    Dampak yang dapat timbul adalah:
    • Gangguan kualitas hidup : psikis, fisik dan kesehatan seksual.
    • Dampak sosial dan ekonomi (finansial).
    • Pengaruh pada perawatan, pendidikan anak dan suasana kehidupan keluarga.



 Apa yang dimaksud Kanker Serviks ?
  • Kanker serviks merupakan pertumbuhan dari suatu kelompok sel yang tidak normal pada serviks (leher rahim).
  • Perubahan ini biasanya memakan waktu beberapa tahun sebelum berkembang menjadi kanker. Oleh sebab itu sebenarnya terdapat kesempatan yang cukup lama untuk mendeteksi apabila terjadi perubahan pada sel serviks melalui skrining (papsmear atau IVA) dan menanganinya sebelum menjadi kanker serviks.
 Bagaimana Gejalanya ?
  • Kebanyakan infeksi HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan gejala sedikitpun sehingga penderita masih dapat menjalani kegiatan sehari-hari. (7)
  • Namun, jika dilakukan pemeriksaan deteksi dini dapat ditemukan adanya sel-sel serviks yang tidak normal yang disebut juga sebagai lesi prakanker. (7)
  • Bila kanker sudah mengalami progresifitas atau stadium lanjut maka gejala-gejala yang dapat timbul antara lain: (7)

    1. Pendarahan setelah senggama.
    2. Pendarahan spontan yang terjadi antara periode menstruasi rutin.
    3. Timbulnya keputihan yang bercampur dengan darah dan berbau.
    4. Nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil.
    5. Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Jangan tunda untuk menghubungi dokter jika Anda menemui gejala tersebut.
  
Apa Penyebabnya ?
  • Penyebab utamanya adalah virus yang disebut Human Papilloma (HPV) yang dapat menyebabkan kanker. (11)
  • HPV 16 dan 18 secara bersama mewakili 70% penyebab kanker serviks. (12)
  • Biasanya sebagian besar infeksi akan sembuh dengan sendirinya namun kadang bisa menjadi infeksi persisten yang dapat berkembang menjadi kanker serviks. (13)
  • Yang perlu diketahui mengenai virus HPV:
1. HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual. (14)
2. Penularan dapat juga terjadi meski tidak melalui hubungan seksual. (14)
3. HPV dapat bertahan dalam suhu panas. (15)

Beban Penderita Kanker Serviks
Tindakan pengobatan atau terapi sangat bergantung pada stadium kanker serviks saat didiagnosis. Dikenal beberapa tindakan (modalitas) dalam tata laksana kanker serviks antara lain: (16)
  1. Tindakan bedah (surgical treatment).
  2. Radioterapi
  3. Kemoterapi
  4. Terapi paliatif (supportive care) yang lebih difokuskan pada peningkatan kualitas hidup pasien. Contohnya: Makan makanan yang mengandung nutrisi, pengontrol sakit (pain control)

 Mengapa Setiap Perempuan Berisiko ?
  • Setiap perempuan berisiko terkena HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya tanpa memandang usia, latar belakang dan gaya hidup. (23-26)
  • Setiap perempuan berisiko karena :(27-28)
    1. Biasanya sebagian besar infeksi akan sembuh dengan sendirinya. Mereka yang mengalami infeksi persisten jarang menunjukan gejala pada stadium awal, dan biasanya berkembang menjadi kanker serviks beberapa tahun kemudian.
    2. Setelah infeksi HPV, tubuh kita tidak dapat selalu membentuk kekebalan, maka kita tidak terlindungi dari infeksi berikutnya.
 Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Kanker Serviks
  • Menikah / hubungan seksual pada usia muda.
  • Sering melahirkan.
  • Merokok.
  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Infeksi menular seksual.

 

Anion Sehat | Pembalut Anion | Winalite Lovemoon Anion Copyright © 2012 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop